Bimtek BEKRAF Hari Kedua : Paten Merek, Desain Industri, dan Badan Hukum

Hari kedua acara workshop Bimtek Kemahiran Berkontrak Bagi Para Pelaku Ekonomi Kreatif Bidang Digital Kreatif dimulai setelah para peserta selesai sarapan di The Alana Hotel & Convention Center.

cam_0136

cam_0160

Pukul 09.30 acara dimulai dengan Dr.Ir.Robinson Sinaga, S.H, LL.M yang kembali lagi menjadi pembicara melanjutkan materi hari sebelumnya. Masih dengan tema yang sama yaitu tentang Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Bapak Robinson kali ini lebih menekankan materinya tentang cara mendaftarkan merek, desain industri, dan juga hak paten produk. Ada hal unik tentang pendaftaran merek menurut beliau,

robinson1

“Sebaiknya merk yang didaftarkan itu ada tiga, yaitu nama merek, logo, serta nama merek yang disertai logo”.

Ditambahkan lagi oleh Bapak Robinson

“Jangan membuat merek yang membingunkan masyarakat, misal saja memodifikasi nama merek yang sudah ada, karena meskipun berhasil mendaftarkan merek tersebut namun nantinya akan membuat masyarakat banyak bingung dengan produk yang mirip”.

cam_0151

Selain itu, dengan memiliki hak cipta atas inovasi yang dihasilkan, para inventor juga akan mendapatkan nilai lebih di mata calon partner atau investor. Dalam pemaparannya, Robinson Sinaga beberapa kali menekankan supaya para inovator untuk segera mendaftarkan temuannya. Hal ini dikarenakan sifat hukumnya adalah first-to-file, yaitu mereka yang terlebih dahulu mencatatkan temuannya adalah yang berhak. Sebelum menuju ke sesi selanjutnya , peserta diajak menyantap makan siang terlebih dahulu.

cam_0154

cam_0156

 

Sesi selanjutnya yang merupakan sesi terakhir dalam workshop hari ini, dimulai setelah para peserta selesai makan sing. Pembicara di sesi terakhir ini adalah Mayang Markamah, S.H., M.Kn yang merupakan Notaris-PPAT di area Kabupaten Sleman,Yogyakarta . Sesi ini para peserta mendapatkan materi bagaimana cara dan syarat apa saja yang dibutuhkan untuk suatu startup atau usaha digital kreatif lainnya memiliki badan hukum tertentu seperti misalnya Perseroan Terbatas (PT). Sesi ini juga menjadi sangat interaktif karena peserta dipersilahkan untuk konsultasi tentang pengurusan PT ini. Di akhir sesi beliau mengatakan,

cam_0173

 

 

“Banyak startup yang belum memiliki badan hukum karena takut dan malas mengurusnya. Jangan takut untuk mengurusnya, karena nantinya itu akan memudahkan usaha anda”.

Di akhir acara, Ketua ADITIF, Saga Iqranegara mengemukakan gagasan diadakannya Bimtek ini.  Karena kurangnya perhatian para pelaku usaha di digital kreatif mengenai masalah legal, diharapkan dengan diselenggarakannya kegiatan Bimtek ini, para pelaku usaha digital kreatif bisa mendapat pemahaman lebih agar bisa dan mau mengurus segala bentuk legal kontrak usahanya. Demikianlah workshop Bimtek Kemahiran Berkontrak Bagi Para Pelaku Ekonomi Kreatif Bidang Digital Kreatif yang dilangsukan selama 2 hari atas kerja sama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dengan Asosiasi Digital Kreatif (ADITIF).

Antusiasme peserta Bimtek dua hari ini sangat terlihat. Dari survey kepuasan yang dilakukan oleh penyelenggara sebagian peserta merasa puas dan ingin merekomendasikan acara ini kepada rekan-rekannya. Banyak peserta yang mengatakan bahwa Bimtek ini memberi wawasan dan pengetahuan baru tentang legal untuk industri kreatif secara teori dan praktik, dan memperluas jejaring dengan sesama peserta. Dukungan ADITIF dalam acara Bimtek BEKRAF ini adalah wujud komitmen aditif untuk memberi benefit bagi anggotanya.

img-20161018-wa0006

Berikut adalah kesan yang kami tangkap dari peserta acara Bimtek kali ini.

“Sangat bermanfaat , menambah pengetahuan dan semangat para usahawan untuk melegalkan usaha.”

“Acara yang sangat memberikan awareness kepada pelaku startup untuk lebih mengetahui hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan untuk melakukan kontrak atau kerjasama dengan pihak lain. Juga ada tentang HKI yang sangat penting untuk melindungi hak intelektual produk para pelaku startup digital.”

Aditif Biztalk Meetup #1, Managing People for Tech Startup

aditif-biztalk1

adt1

adt2

adt3

adt4

Aditif untuk kali pertama menggelar Biztalk meetup, Selasa (22/3) malam di Java Poetry (Myoozik) Cafe, Jogja. Gelaran yang pertama ini mengangkat tema HR, Managing People for Tech Startup, tema yang banyak diminta oleh anggota Aditif.

Andri Wardhana, GM Operations di Sebangsa Bersama, dan Stanislaus Mahesworo, Co-Founder Sale Stock Indonesia, dihadirkan sebagai pembicara utama. Mereka berdua memang punya pengalaman dalam menghandle SDM di startup-nya masing-masing. Andri mengulas tentang proses manajemen HR di dalam tubuh organisasi startup. Stanis lebih banyak mengangkat soal teknik appraisal kinerja employee.

 

Berikut adalah Slides dari kedua pembicara

 

Meetup ini tidak hanya dihadiri oleh anggota Aditif, namun juga beberapa startup lain di Jogja. Bahkan ada dari akademisi dan pelajar.

Biztalk berikutnya akan diadakan dalam waktu dekat dengan topik menarik lainnya,

untuk ikut jangan lupa register jadi member ADITIF disini

Hasil Pertemuan Tim Formatur ADITIF dengan Gubernur D.I. Yogyakarta

IMG_20150812_111802_HDR

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa Tim Formatur ADITIF diundang oleh Pemerintah Provinsi D.I. Yogyakarta. Pertemuan ini diselenggarakan pada hari Rabu, 12 Agustus 2015 di Komplek Kepatihan. ADITIF bukan satu-satunya pihak yang diundang dalam pertemuan ini, Jogja Creative Association (JCA), ditributor aplikasi, dan perwakilan UGM juga turut hadir.

Dari pihak Pemerintah Provinsi D.I. Yogyakarta hadir beliau Bapak Gubernur dan beberapa Kepala Dinas. Acara yang berlangsung selama dua jam ini sekaligus menjadi ajang silaturahim antara pemerintah daerah dengan pelaku industri TI di Yogyakarta.

IMG_20150812_110433_HDR

Dalam pembukaannya, Bapak Gubernur menekankan bahwa Pemerintah Provinsi D.I. Yogyakarta sangat mendukung industri digital kreatif di Yogyakarta. Hal ini dibuktikan dengan diselenggarakannya Digital Goverment Services sebagai bagian Jogja Cyber Province. Melalui pertemuan ini, beliau sangat mengharapkan masukan dan saran dari pelaku industri untuk dapat menjadikan Jogja sebagai pusat industri digital.

Tim Formatur ADITIF hadir dalam pertemuan ini dengan membawa aspirasi yang kami kumpulkan dari seluruh anggota. Aspirasi yang masuk kami rangkum menjadi beberapa poin berikut ini:

  • Tersedianya Perijinan dan Birokrasi Satu Atap
  • Tersedianya Ruang Usaha yang Memenuhi Standar ICT
  • Tersedianya Infrastruktur Pendukung Lainnya yang Dapat Diandalkan
  • Menyelenggarakan Kegiatan Promosi untuk Produk IT
  • Akses & Dukungan ke Sumber Permodalan
  • Membangun Balai Pelatihan Tenaga Terampil TI

Pemerintah Provinsi D.I. Yogyakarta menyambut baik usulan-usulan tersebut. Salah satu respon yang dilontarkan oleh Bapak Gubernur adalah dengan memanfaatkan salah satu bangunan cagar budaya (BCB) sebagai pusat kegiatan inkubasi bisnis dan co-working space. Tindak lanjut dari respon tersebut akan dibicarakan dalam pertemuan berikutnya.

ADITIF sebagai asosiasi yang menaruh perhatian pada pembangunan ekosistem bisnis digital di Tanah Air sangat mendukung forum komunikasi seperti ini. Kami akan mengabarkan perkembangan selanjutnya.

Aspirasi Industri Kreatif Digital untuk Pemerintah Provinsi D.I. Yogyakarta

tugutempodulu_thumb3

Tim Formatur ADITIF mendapatkan kesempatan yang sangat berharga untuk bertemu dengan Pemerintah Provinsi D.I. Yogyakarta dalam waktu dekat ini. Sesuai dengan visi dan misi ADITIF untuk mengembangkan ekosistem industri kreatif digital di Indonesia, pemerintah (pusat maupun daerah) memegang peranan cukup penting untuk mewujudkan ekosistem industri yang sehat.

Oleh karena itu, ADITIF merasa perlu untuk menggali aspirasi, masukan, usulan, dan kritikan yang membangun dari para pelaku industri kreatif digital, terutama yang berada di Yogyakarta, untuk kemudian akan kami sampaikan kepada Gubernur D.I. Yogyakarta dan jajarannya.

Berikut ini formulir aspirasi yang bisa anda lengkapi.


[form aspirasi telah ditutup]


Hasil dari pertemuan tersebut akan kami update melalui blog ini.

Video Recap of ADITIF Launching

Establishment of Asosiasi Digital Kreatif ADITIF

backdrop-aditif

deklarasi-Aditif-05

On June 15th, 2015, ADITIF finally declared its establishment by the end of the Lunch gathering aimed at the Foundational Declaration of Digital Creative Association (ADITIF – Asosiasi Digital Kreatif). Responding to the invitation from ADITIF Formateur Team, 70 attendants from digital creative companies and start-ups, government institutions, academics, and press gave their full support to the establishment of this association.

deklarasi-Aditif-03

The host officially opened the event at 12.30, followed by the talk shows from the sponsors: Solusi247, MALIOME, and PT Gameloft Indonesia.

deklarasi-Aditif-06

The first Talk Show – moderated by Evan Purnama (Qiscus) – presented the representative of Solusi247: Arief Dolants. Arief has 7 years experience of working as developer and system analyst. Before his current position as Site Coordinator of Solusi247 Yogyakarta, Arief has spent 5 years working at Solusi247 Jakarta, where the headquarter is located. In the beginning of the Talk Show, Arief shared some information about Solusi247 and its business’ scope. Regarding the establishment of ADITIF, he firmly stated that Solusi247 would gladly be a part of ADITIF, to actively involved in ADITIF’s events and agenda.

deklarasi-Aditif-08

The second Talk Show was moderated by Pranowo Putro (Tonjoo). As a guest, Irwan Kartadipura (MALIOME Hackerspace) shared his experience of being a start-up. As stated at the Talk Show, ADITIF’s existence would offer a great help for the development of digital creative industry in Indonesia. Irwan spoke as the founder of MALIOME Hackerspace and also IndoCPA – the first affilliate network in Indonesia.

deklarasi-Aditif-02

The final Talk Show presented Andrei Lascu, the Studio Manager of PT Gameloft Indonesia. Moderated by Anggit Tut Pinilih, this session revealed the big picture of PT Gameloft Indonesia and the reason of why Yogyakarta was chosen to build the studios in – which was mainly induced by the favorable recruiting ground. For Gameloft, the establishment of ADITIF was a realization of its hope. The support from government, universities, and communities toward digital creative business has been growing. That is why, the association uniting all digital creative entities is sorely needed to smoothen the communication between digital creative companies or start-ups and authorities.

To cover up the Talk Shows, a guest from Fenox shared some words about the great potential of digital creative business and the position of Fenox in this area of business. His statement strengthened ADITIF’s will to play its role in the development of digital creative business.

deklarasi-Aditif-07

Heading to the main event, Saga Iqranegara led the audience to declare their commitment and involvement in Digital Creative Association (ADITIF – Asosiasi Digital Kreatif). By the end of the ceremonial, ADITIF was officially established, bringing together 34 digital creative companies and start-ups.

deklarasi-Aditif-09

Asosiasi Digital Kreatif (ADITIF – Digital Creative Association) is an association of digital-based creative industries in Indonesia. The vision of ADITIF is to increase the competitive advantage of digital creative industry in Indonesia, with its initial focus in Yogyakarta. This association was initiated by the start-ups in Yogyakarta, which also acted as the Formateur Team of ADITIF: Saga Iqranegara from Loops, Indra Haryadi from Dojo-Box, Sony Rachmadi Purnomo from Run System, Budi Raharjo Santoso from TripCribs, Istofani Api Diany from Fitinline, Kenniko Okta Putra from Tech Grids, and Rizal Sipayung from Warung Rakyat.

deklarasi-Aditif-04

deklarasi-Aditif-01

DEKLARASI ADITIF

Pada tanggal 15 Juni 2015, perwakilan berbagai perusahaan kreatif digital Yogyakarta, pemerintah, tenaga pendidik, penerbit, dan pers akan melaksanakan pertemuan di Dixie Easy Dining, untuk menyepakati Deklarasi Pembentukan Asosiasi Digital Kreatif (ADITIF). Agenda yang akan dilaksanakan adalah Talk Show oleh sponsor dan Deklarasi ADITIF.

Asosiasi Digital Kreatif (ADITIF – Digital Creative Association) adalah asosiasi yang mewadahi pelaku industri kreatif berbasis digital di Indonesia. Visi ADITIF adalah untuk meningkatkan daya saing industri kreatif digital Indonesia, dimulai dari lingkup Yogyakarta. Asosiasi ini adalah hasil inisiatif beberapa pelaku start-up di Yogyakarta, yaitu: Saga Iqranegara dari Loops, Indra Haryadi dari Dojo-Box, Sony Rachmadi Purnomo dari Run System, Budi Raharjo Santoso dari TripCribs, Istofani Api Diany dari Fitinline, Kenniko Okta Putra dari Tech Grids, dan Rizal Sipayung dari Warung Rakyat. Tujuh orang tersebut berperan sebagai Tim Formatur Pembentukan ADITIF.

Sebagai bentuk dukungan pada deklarasi ADITIF, PT Gameloft Indonesia (Yogyakarta), Solusi247 (Jakarta), dan MALIOME Hackerspace (Yogyakarta) memastikan keterlibatan dalam asosiasi ini dan dalam acara deklarasi yang akan dilangsungkan. Perusahaan-perusahaan tersebut telah berperanserta dalam pengembangan industri kreatif Indonesia melalui produk dan pelayanannya kepada masyarakat. Untuk mengukuhkan komitmennya terhadap deklarasi ini, perwakilan dari ketiga perusahaan tersebut akan menghadiri acara deklarasi dan tampil dalam Talk Show.

Gameloft® merupakan perusahaan pengembang game digital dan sosial yang telah membuktikan dirinya sebagai salah satu inovator terbaik di bidangnya semenjak tahun 2000. PT Gameloft Indonesia didirikan pada tahun 2010 dan hingga saat ini telah mempekerjakan kurang lebih 600 staf di Yogyakarta, kota yang dihuni oleh sekitar 500.000 jiwa. PT Gameloft Indonesia telah berhasil mencapai setiap target dalam menghasilkan berbagai game papan atas di tengah tuntutan pasar dunia yang semakin tinggi. Pencapaian tersebut merupakan bukti dari keahlian talenta-talenta yang dimiliki Gameloft di kota ini. PT Gameloft Indonesia menetapkan standar tinggi dalam perekrutan sumber daya manusia yang unggul, bakat-bakat yang dinamis dan adaptif terhadap industri yang bergerak sangat cepat. Dan Yogyakarta menyediakan sumber daya yang melimpah dengan kurang lebih 83 kampus, dimana 25% di antaranya merupakan Jurusan Teknik Informatika. Sebagai bagian dari komponen yang tidak terpisahkan dari Yogyakarta, PT Gameloft Indonesia sebagai perusahaan IT terbesar di Yogyakarta mengembangkan perannya sebagai pusat Teknologi Informasi dalam rangka dukungan terhadap rencana Sri Sultan HB X untuk mengembangkan Yogyakarta sebagai hub dari industri ICT di Indonesia. Informasi lebih detail mengenai Gameloft® dapat diperoleh dari www.gameloft.com.

PT Dua Empat Tujuh (SOLUSI247) merupakan perusahaan ICT (Information Communication Technology) di Indonesia yang berfokus pada pemrosesan Big Data dan komponen elektronik teknologi tinggi. Hadir sejak tahun 2000, PT Dua Empat Tujuh telah berpengalaman menangani data yang sangat besar di industri telekomunikasi. PT Dua Empat Tujuh memiliki 3 area bisnis yaitu Information Technology (IT) Solution, High-Tech Solution, dan Hybrid Solution. Pada area Big Data, PT Dua Empat Tujuh memiliki produk pengolahan data yaitu H-Grid247 untuk batch processing, S-Grid247 untuk real time processing, dan H-Spark247 untuk in-memory processing. Pada area High Tech, PT Dua Empat Tujuh berhasil membuat radar pertama buatan Indonesia dengan komponen lokal yang besar. Saat ini radar yang dihasilkan telah diimplementasikan di beberapa kapal perang Republik Indonesia. Pada area Hybrid, PT Dua Empat Tujuh mengembangkan sistem pengawasan perairan yang berguna bagi keselamatan dan navigasi di perairan. PT Dua Empat Tujuh memiliki kantor pusat di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan dan kantor cabang di Yogyakarta, Surabaya, dan Eindhoven, Belanda. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.solusi247.com.

MALIOME Digital Indonesia adalah perusahaan internet marketing dan induk dari beberapa start-up digital, berkedudukan di Indonesia dan Singapura. Diantaranya mengoperasikan MALIOME Hackerspace, tempat dimana start-up lain berkantor, seperti NGONOO.com, Listeno, IDWinPhone, Mobiggr, Pilamo, Addotta, dan Ehloo.com. MALIOME mendukung perkembangan start-up dan bisnis kreatif di Yogyakarta dengan menyediakan tempat beraktivitas beserta fasilitasnya, mengadakan event start-up dan memberikan seed funding bagi start-up baru sebagai dana hibah.

ADITIF, Untuk Indonesia, Mulai dari Jogja

Latar Belakang
Permasalahan adalah menu wajib sehari-hari bagi sebuah bisnis, apapun bisnisnya. Bisnis yang sehat selalu punya solusi atas semua masalah yang mereka hadapi.

Tapi ada beberapa permasalahan yang tidak bisa diselesaikan sendiri. Masalah ini umumnya dialami oleh bisnis sejenis lainnya. Permasalahan ini adalah permasalahan bersama, dan hanya bisa diselesaikan bersama-sama.

Bicara tentang Aditif adalah bicara tentang ekosistem industri kreatif digital. Bahwa dalam industri ini tidak hanya dihuni oleh pelaku bisnisnya saja adalah hal yang tidak terbantahkan.

Banyak komponen lain, selain dari pelaku bisnis itu sendiri, yang ikut berkontribusi terhadap industri ini. Namun sayangnya hingga saat ini belum bisa berjalan secara harmonis. Usaha yang dilakukan bersifat sporadis, sendiri-sendiri, tidak terkoordinasi.

Untuk Indonesia, Mulai dari Jogja
Jogja adalah kota yang spesial. Hasil dari riset Jogja Digital Valley 2014 mengungkap fakta bahwa kota ini menjadi pilihan untuk bisnis digital kreatif karena karakter kota dan fasilitas pendukungnya.

Jogja juga memiliki komponen pendukung ekosistem industri digital kreatif yang cukup lengkap, dan belum terkoordinasi dengan baik. Karenanya ini menjadi alasan yang kuat bagi Aditif untuk mulai dari Jogja.

Jika di masa depan kami bisa mewujudkan cita-cita kami untuk membangun ekosistem industri yang baik, maka bukan tidak mungkin untuk diterapkan di kota lain. Dan pada akhirnya, Indonesia sebagai negara.

Prinsip Dasar
Aditif lahir dari kebutuhan pelaku bisnis digital kreatif di Indonesia. Dan tidak ada intervensi atau kepentingan pribadi dari pihak internal maupun ekternal.

Aditif menjunjung tinggi prinsip keterbukaan dan netralitas. Aditif juga aktif dan accountable. Nilai-nilai dasar ini yang akan selalu dipegang.

Langkah Selanjutnya
Deklarasi berdirinya Aditif pada hari Senin, 15 Juni 2015 ini hanyalah sebuah langkah kecil dari sebuah perjalanan panjang. Banyak hal yang harus kami lakukan untuk mencapai tujuan.

Paling tidak, dari deklarasi ini, seluruh pelaku bisnis digital kreatif sepakat dan bersatu untuk mewujudkan misi ini.

Konggres Aditif pertama akan diselenggarakan selambatnya 3 bulan setelah deklarasi. Dan dari konggres itu akan lahir dasar-dasar asosiasi dan program kerja ke depan.