ADITIF Mendukung Blockchain Cryptocurrency Talks & Networking (BCTN 1.0 Akar)

Asosiasi Digital Kreatif Indonesia (ADITIF) yang merupakan Asosiasi yang mewadahi pelaku industri kreatif berbasis digital, perusahaan teknologi, dan perusahaan rintisan (startup) di Indonesia mendukung terselenggaranya Blockchain Cryptocurrency Talks & Networking (BCTN 1.0 Akar) yang diselenggarakan pada tanggal 6-7 Desember 2018 di Sahid Jaya Hotel & Convention.

Dukungan ini diberikan ADITIF sebagai bentuk partisipasi ADITIF dalam mewakili pelaku industri agar ekosistem industri kreatif digital Indonesia dapat terbangun dan berkembang dengan baik. Selain itu ADITIF memiliki harapan bahwa acara yang diinisiasi Hacklab.rocks! dan Nakka ini menjadi wadah pembelajaran teknologi blockchain yang sedang berkembang saat ini.

Melalui kerjasama ini perwakilan anggota aktif ADITIF pun mendapatkan keuntungan berupa undangan sebagai peserta agar dapat ikut berpartisipasi dalam gelaran BCTN 1.0 Akar ini. Selain itu undangan tersebut juga dapat melakukan upgrade agar dapat menikmati sesi VIP dengan fasilitas Networking After Party Session dimana para speaker, sponsors, dan tamu VIP lain akan saling berkenalan dan mengeksplore potensi kolaborasi yang bisa dilakukan bersama.

Selain itu Tamu Undangan juga bisa membeli mengikuti Workshop dengan Tema Blockhain for Biz 101 dan Blockchain for Tech 101. Workshop ini akan dipandu oleh international experts di bidang Blockchain yang didatangkan langsung dari Singapura dan Malaysia.

Informasi detail tentang BCTN1.0-AKAR dan agenda event bisa dilihat di

https://bctn.xyz

Making Indonesia 4.0 Startup 2018

 

Pada tanggal 4 April 2018 diresmikan  Agenda nasional yang disebut Making Indonesia 4.0 oleh presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.  melalui peresmian tersebut maka dapat dinyatakan Indonesia berancang-ancang untuk bertarung di revolusi industri yang keempat yang merupakan era dimana manusia, mesin, dan data terkoneksi.

Making Indonesia 4.0 ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi Indonesia untuk dapat bersaing di bidang manufaktur dengan memanfaatkan teknologi yang berbasis internet. Ada lima sektor manufaktur yang akan digenjot di awal penerapan Making Indonesia 4.0 ini yaitu, makanan dan minuman, otomotif, kimia, elektronik, serta tekstil dan pakaian. Kelima industri tersebut merupakan sektor industri yang menghasilkan produk domestik bruto (PDB) terbesar bagi Indonesia. Dengan didorongnya sektor-sektor industri tersebut, Indonesia diyakini mampu menembus 10 besar elit dunia pada tahun 2030.

Untuk mendukung agenda pemerintah tersebut, Kementrian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI) meluncurkan kompetisi bertajuk Making Indonesia 4.0 Startup Competition 2018. Kompetisi yang digagas Kemenperin RI ini bertujuan untuk mewujudkan Indonesia maju di era cyber-physical connection, mendorong tumbuhnya perusahaan digital rintisan (startup) dalam negeri, dan membangun ekosistem inovasi dengan menjembatani antara kebutuhan industry dengan inovasi karya anak banga serta memberikan dukungan kepada startup di bidang teknologi industry 4.0

Kompetisi ini mengajak para startup untuk berinovasi di bidang teknologi yang berkaitan dengan revolusi industri keempat. Bidang teknologi yang ada dalam kompetisi antara lain yaitu, bidang internet of things, robotik, printer 3D, big data analysis, cloud computing, artificial intelligence / machine learning, wearable / Augmented reality / virtual reality, automation. Bagi startup yang tertarik untuk ambil bagian dalam kompetisi ini dapat mengakses https://www.i4startup.id/ .

Memberdayakan Perempuan di Era Digital : Kartini in Digital Industri

Berbeda dari biasanya, talk show bersama para founder start-up pada hari Kamis (19/4/2018) lebih semarak, lebih dari separuh peserta yang hadir adalah perempuan. Sekitar lebih dari 50 peserta hadir dalam acara bertemakan Kartini in Digital Industry yang diadakan oleh Developer Cirles Yogyakarta from facebook. Talk show pada hari tersebut memang spesial diadakan untuk memperingati sosok R.A. Kartini yang merupakan sosok pahlawan yang memperjuangkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan terutama di bidang pendidikan, sekaligus sebagai wujud apresiasi atas peran perempuan di dunia digital saat ini.

Para pembicara yang hadir pada hari itu juga tak kalah spesial. Mereka adalah para tokoh start-up yang kesemuanya perempuan. Ada tiga perempuan hebat yang hadir sebagai pembicara pada malam itu.  Sosok perempuan yang pertama adalah Istofani Api Diani, CEO sekaligus Founder dari fitinline.com, sebuah web dengan konsep clothing hub yang memiliki tujuan sebagai sarana bagi konsumen untuk mencari info produk serta layanan terkait clothing. Kedua, Mariana Ros Afianti yang merupakan Co-founder dari jejualan.com, sebuah web jasa pembuatan toko online. Sosok yang terakhir adalah Yuki Ohata, seorang perempuan Jepang yang merupakan CEO dan founder dari jpassport.asia, situs rekomendasi servis dan produk premium Jepang di Singapura.

 

 

Dalam kegiatan ini ketiga pembicara memaparkan pemikiran-pemikiran mereka atas peran perempuan di dunia digital saat ini. Para pembicara masih melihat masih besar kesenjangan peran antara perempuan dan laki-laki, terutama dari jumlah figur yang terlibat di dunia digital. Para pembicara juga mengajak para perempuan untuk mau terjun langsung berkarir di dunia digital, jangan ragu untuk mencoba untuk berkarir di dunia digital karena sangat  banyak kesempatan dan bidang yang bisa di eksplorasi agar bisa sukses di dunia digital. Perempuan memiliki kebebasan untuk bisa bermimpi dan menentukan hidupnya.

Diharapkan kegiatan ini mampu menginspirasi para perempuan untuk mau terlibat dalam pengembangan dunia digital di Indonesia, khususnya di Yogyakarta. Sehingga, cita-cita dari R.A. Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dapat berjalan bersamaan dengan perkembangan dunia digital yang terus berubah.

Talk show Kartini in Digital Industry diadakan pada Kamis, 19 April 2018 di Jogja Digital Valley

Meet up Komunitas Kreatif Jogja bersama Mari Elka Pangestu

Senin, 16 April 2018. jam 15.48

Kegiatan diskusi antar komunitas kreatif di Yogyakarta bersama menteri pariwisata dan ekonomi kreatif periode 2010-2014 dan juga board of advisor ISD yang bertajuk “Meet up Komunitas Kreatif Jogja bersama Mari Elka Pangestu”, merupakan kegiatan diskusi terbuka bagi komunitas-komunitas yang bergerak dibidang ekonomi kreatif di Yogyakarta. sekitar 30 perwakilan Industri kreatif Yogyakarta yang bergerak di bidang periklanan, animasi, game developer, handicraft dan lain-lain turut hadir dalam kegiatan ini. Selain itu kegiatan ini dihadiri pula oleh perwakilan dari Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian, Ibu Netty Muharni.

Kegiatan ini di inisiasi oleh Asosisasi Digital Kreatif Indonesia (Aditif) bersama dengan Indonesia Services Dialogue Council (ISD). Diskusi ini bertujuan sebagai ajang menyampaikan aspirasi dari para anggota komunitas yang hadir di kegiatan diskusi kepada Ibu Mari Elka Pangestu. Walaupun sudah tidak menjabat lagi sebagai menteri pariwisata dan ekonomi kreatif,  beliau masih peduli serta aktif dengan perkembangan industri ekonomi kreatif di Indonesia.

Diskusi yang dilaksanakan di Jogja Digital Valley berjalan selama kurang lebih satu setengah jam dimulai pukul 15.00-16.30 WIB tesebut berjalan menarik dan interaktif. Kegiatan yang dirancang memang tidak resmi sehingga terkesan cair dan santai. Banyak isu-isu hangat berkaitan dengan industri digital kreatif disampaikan dari para anggota komunitas kepada Ibu Mari Elka Pangestu mulai dari isu paten sampai dengan sumber daya manusia (SDM). Secara umum tujuan dari kegiatan diskusi ini  tercapai. Ibu Marie Elka Pangestu banyak memberikan masukan dan berjanji untuk membantu permasalahan yang dihadapi pihak-pihak yang bergerak di Industri kreatif di Yogyakarta.

Dalam kegiatan diskusi itu pula Ibu Mari Elka pangestu melontarkan pujian bagi para pegiat industri kreatif di Yogyakarta. Beliau menganggap Yogyakarta merupakan salah satu kota kreatif terlengkap di Indonesia baik secara jumlah Industri kreatif, para pegiatnya, maupun ekosistem yang hidup sehingga mampu menunjang pertumbuhan industri kreatif di Indonesia.

Meet up Komunitas Kreatif Jogja bersama Mari Elka Pangestu diadakan pada Rabu, 11 April 2018.

 

BIZTALK #6: Digital Start-Up Business Outlook 2016

P_20161213_193433

Berbicara mengenai bisnis digital 2017 adalah hal yang sangat menarik. Banyak resolusi yang perlu dipersiapkan di tahun mendatang untuk lebih kompetitif. Pada Selasa (13/12) lalu, Larry Chua (Co-founder Caption Hospitality) dan Riyeke Ustadiyanto (Founder iPaymu), dalam BIZTALK 6 di Jogja Digital Valley, berbagi mengenai pandangan mereka untuk bisnis digital di tahun 2017.

Bertolak dari tahun 2016 lalu, banyak hal menarik yang terjadi di dunia digital start-up. Misalnya saja Lazada yang diakuisisi oleh Alibaba, dimana sebelumnya Lazada mengakuisisi Redmart. Dengan demikian Alibaba menjadi raksasa marketplace di dunia. Selain itu ada juga beberapa start-up dunia yang telah menutup layanan seperti: Ensogo / iBuy Group, Rakuten, dan FoodPanda Indonesia. Ada juga beberapa start-up yang telah menjadi hype seperti  Airy Rooms dan Nida Rooms untuk Manajemen Hotel, GoPay dan AliPay untuk Fintech, YesBoss sebagai Magic Clone Apps, dan PokemonGo sebagai game paling viral di tahun 2016.

Lalu bagaimana di tahun 2017 ini? Menurut Larry, start-up yang akan bersinar adalah start-up yang menolong bisnis tradisional. Selain itu bisnis O2O dan fintech juga akan marak di tahun depan.  Mengenai ekonomi sendiri, memang di tahun 2017 akan banyak bergejolak, khususnya ekonomi dunia. Pergantian Trump menjadi presiden AS, masih menjadi pertanyaan mengenai kebijakan ekonomi kedepannya, yang juga akan berpengaruh pada investasi.

Bagaimana dengan Teknologi?

Riyeke Ustadiyanto, memiliki beberapa pandangan mengenai teknologi yang akan menjadi jawara di tahun 2017. Salah satunya adalah artificial intelligence. Tahun depan, pola masyarakat dalam berbelanja dan menggunakan layanan akan banyak berubah. Pada umumnya, masyarakat sudah “malas” untuk mendownload atau membuka website, dan mereka lebih memilih untuk langsung chatting to busines /seller. Hal ini sudah banyak yang merintis, diantaranya Salestock Indonesia dan Kata.ai – Yesboss.

Selain itu, tren teknologi yang akan muncul adalah agregator. Sekarang sudah sangat sulit untuk membuat sesuatu yang dirintis dari awal, namun berbasis end to end ke pelanggan. Kecuali kita sangat yakin untuk memenangkan persaingan bisnis, yang mana probabilitas kegagalannya hingga 90%. Oleh karena itu bisnis dengan teknologi agregator akan sangat banyak dilirik oleh para pelaku bisnis.

Investasi untuk Start-Up

Investasi dari modal ventura memang sangat dinantikan oleh para pelaku start-up. Ada dua pandangan yang berbeda mengenai investasi di tahun 2017 ini. Menurut Larry, akan ada pergeseran arah investasi, dimana para investor dunia akan mulai melirik Asia Tenggara. Dengan demikian, akan banyak peluang untuk mendapatkan investasi baru. Di sisi lain, menurut Riyeke, di tahun 2017 ini jangan terlalu berharap untuk mendapatkan investasi yang menjanjikan. Persaingan modal ventura yang ketat, membuat mereka berlomba untuk mencari start-up, sehingga tidak terlalu fokus pada pertumbuhan bisnis start-up tersebut. “Untuk pendanaan 300 juta – 500 juta, mungkin bisa lah ya untuk didapatkan,” ujar Riyeke.

Kesimpulan mengenai acara BIZTALK ini adalah janganlah kita, para pelaku start-up, menangkap tren untuk berbisnis karena setiap tahunnya tren tersebut berubah. Namun kita harus dapat berselancar diatas tren yang ada, sehingga tetap survive dalam berbisnis.

Bimtek BEKRAF – ADITIF Hari 1: Tentang Kontrak, Lisensi, Paten dan Hak Kekayaan Intelektual

Hari Pertama : Bimtek Kemahiran Berkontrak Bagi Para Pelaku Ekonomi Kreatif Bidang Digital Kreatif

bekraf-day-1

Selamat datang di BIMTEK BEKRAF – ADITIF

Acara Bimtek Kemahiran Berkontrak Bagi Para Pelaku Ekonomi Kreatif Bidang Digital Kreatif merupakan acara yang diselenggarakan hasil kerja sama Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) dengan Asosiasi Digital Kreatif (ADITIF). Acara yang berlangsung selama 2 hari selama tanggal 17-18 Oktober 2016 dan bertempat di The Alana Hotel & Convention Center, Yogyakarta ini bertujuan agar para pelaku usaha ekonomi kreatif khususnya di bidang digital kreatif dapat mengetahui mengenai detail tentang pengurusan legal dan hak cipta kekayaan intelektual.

Berlangsung selama 2 hari full day, acara ini terbagi dalam beberapa sesi dengan menghadirkan pembicara ahli di bidang legal kontrak dan hak kekayaan intelektual.

suasana-bimtek-day-1

Suasana Bimtek Hari Pertama, The Alana Hotel & Convention Center, Yogyakarta

Sesi pertama pada Senin 17 Oktober 2016 dimulai dengan pembahasan tentang legal kontrak. Materi dibawakan oleh dosen dari Universitas Trisakti yaitu Anda Setiawati,SH. MH. Pada sesi ini dijelaskan bagaimana pembuatan legal kontrak yang sesuai dengan hukum.

Sesi kedua dilanjutkan dengan pemahaman mengenai Perjanjian Lisensi/Lisensi Agreement  yang dibawakan oleh Rakhmita Desmayanti, SH. MH. dari Universitas Trisakti. Pembahasan sesi ini menjelaskan mengenai izin yang diberikan oleh Pemegang Paten kepada pihak lain berdasarkan perjanjian pemberian hak untuk menikmati manfaat ekonomi dari suatu Paten yang diberikan perlindungan dalam jangka waktu dan syarat tertentu.

sesi-1-aditif

Sesi Pertama dan Kedua dari Pakar Hukum Universitas Trisakti

Setelah sesi kedua, peserta diajak menyantap hidangan makan siang bersama yang telah disajikan oleh Hotel Alana.

photo_2016-10-17_19-17-32

Setelah makan siang, acara dilanjutkan oleh Dr.Ir.Robinson Sinaga, S.H, LL.M selaku Direktur Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Sesi ini cukup menyita pertanyaan banyak peserta karena berhubungan langsung dengan pelaku usaha digital kreatif.

Dr.Ir.Robinson Sinaga, S.H, LL.M ,Direktur Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) BEKRAF

“Hak cipta tidak melindungi ide, jika ide tidak dieksekusi dan ada yang lebih dahulu mengeksekusi ide tersebut, kita tidak dapat menuntutnya. Jadi segeralah eksekusi ide tersebut” – Dr.Ir.Robinson Sinaga, S.H, LL.M,  Direktur Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI)

Sesi terakhir pada hari pertama ini ditutup oleh CEO buatkontrak.com, Rieke Caroline, SH dan Andhika Adam Pradana sebagai advokat dan pakar hukum di bidang legal kontrak. yang lebih mendetail membahas tentang pentingnya kontrak untuk para pelaku usaha ekonomi kreatif digital sebagai landasan hukum utama dan kontrak-kontrak apa saja yang diperlukan untuk UKM/industri kreatif.

Fyi, Mbak Rieke Caroline,SH ini notabene adalah News Anchor kece dari salah satu stasiun televisi ternama lhoh!

sesi-3-aditif

CEO buatkontrak.com, Rieke Caroline, SH ( Kanan) dan Andhika Adam Pradana (Kiri)

“Jangan takut untuk menanyakan detail kontrak anda, karena kontrak ini adalah senjata legalitas anda” – CEO buatkontrak.com

Hari pertama acara Bimtek berlangsung menarik, banyak sekali pertanyaan dari peserta di tiap sesinya sampai sesi tanya-jawabnya selalu kehabisan waktu. Ada banyak hal yang menjadi pengetahuan baru sebagai bekal bagi para pelaku usaha kreatif untuk menjalankan usahanya secara legal sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.  Berikut kesan para peserta terhadap Bimtek Hari pertama ini :

Memberikan pencerahan bagi usaha di bidang start up digital” Ajeng , Marketing IWAK

Acaranya menarik. Karena menjawab permasalahan legal di start-up saya” Akbar, Satuloket.com

Foto bareng peserta BIMTEK BEKRAF ADITIF

Serunya foto bareng peserta BIMTEK BEKRAF ADITIF di akhir acara

Foto bareng peserta BIMTEK BEKRAF ADITIF

Semangat hari pertama BIMTEK BEKRAF ADITIF!

BIMTEK KEMAHIRAN BERKONTRAK BAGI PARA PELAKU EKONOMI KREATIF BIDANG APPLIKASI DAN GAMES

PENDAFTARAN ACARA INI TELAH DITUTUP

BIMTEK KEMAHIRAN BERKONTRAK BAGI PARA PELAKU EKONOMI KREATIF BIDANG APPLIKASI DAN GAMES (sebelumnya: Workshop dan Bimbingan Teknis Legal for Start-Up) merupakan acara pelatihan dan seminar mengenai pengurusan legal, khususnya untuk usaha di bidang digital kreatif. Acara ini merupakan kerjasama oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) dan Asosiasi Digital Kreatif Indonesia (ADITIF). Acara ini diperuntukan HANYA UNTUK MEMBER ADITIF. Jika Anda belum menjadi member ADITIF, Anda harus mendaftar di sini http://aditif.id/register/

Acara ini akan diselenggarakan, pada Senin-Selasa, 17-18 Oktober 2016 di The Alana Hotel & Convention Center, Yogyakarta. Kegiatan ini membutuhkan waktu dua hari penuh (full day) selama pelatihan, sehingga mengharuskan para peserta untuk menginap. Akomodasi penginapan adalah tanggung jawab panitia. Peruntukan acara ini adalah satu orang untuk satu start-up. Data yang diisikan data Startup dan Data Perwakilan Startup yang ditunjuk untuk menghadiri acara ini.

Cara Pendaftaran

  1. 1. Pastikan Anda sudah terdaftar sebagai member Aditif , jika belum bisa mendaftar menjadi anggota Aditif di aditif.id/register
  2. 2. Isi Formulir Pendaftaran melalui http://bit.ly/aditif-legal-workshop
  3. 3. Download Surat Pernyataan yang harus diisi perwakilan Startup/Perusahaan Anda untuk acara ini di http://bit.ly/suratpernyataanbimtek. Isi surat pernyataan tersebut kemudian kirimkan kembali ke info@aditif.id

Karena seat yang tersedia hanya terbatas 50 seat, maka peserta kegiatan ini akan dipilih berdasar waktu submission Surat Pernyataan (bit.ly/suratpernyataanbimtek) . Karena itu segera kirimkan Surat Pernyataan anda ke info@aditif.id atau ke Front Office Jogja Digital Valley secepatnya. Pertanyaan lebih lanjut bisa mengirimkan email ke info@aditif.id atau menghubungi Aditif di +628 222 691 0202 ( Call Only)

Workshop & Bimbingan Teknis: Legal for StartUp ini GRATIS!