BIMTEK KEMAHIRAN BERKONTRAK BAGI PARA PELAKU EKONOMI KREATIF BIDANG APPLIKASI DAN GAMES

PENDAFTARAN ACARA INI TELAH DITUTUP

BIMTEK KEMAHIRAN BERKONTRAK BAGI PARA PELAKU EKONOMI KREATIF BIDANG APPLIKASI DAN GAMES (sebelumnya: Workshop dan Bimbingan Teknis Legal for Start-Up) merupakan acara pelatihan dan seminar mengenai pengurusan legal, khususnya untuk usaha di bidang digital kreatif. Acara ini merupakan kerjasama oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) dan Asosiasi Digital Kreatif Indonesia (ADITIF). Acara ini diperuntukan HANYA UNTUK MEMBER ADITIF. Jika Anda belum menjadi member ADITIF, Anda harus mendaftar di sini http://aditif.id/register/

Acara ini akan diselenggarakan, pada Senin-Selasa, 17-18 Oktober 2016 di The Alana Hotel & Convention Center, Yogyakarta. Kegiatan ini membutuhkan waktu dua hari penuh (full day) selama pelatihan, sehingga mengharuskan para peserta untuk menginap. Akomodasi penginapan adalah tanggung jawab panitia. Peruntukan acara ini adalah satu orang untuk satu start-up. Data yang diisikan data Startup dan Data Perwakilan Startup yang ditunjuk untuk menghadiri acara ini.

Cara Pendaftaran

  1. 1. Pastikan Anda sudah terdaftar sebagai member Aditif , jika belum bisa mendaftar menjadi anggota Aditif di aditif.id/register
  2. 2. Isi Formulir Pendaftaran melalui http://bit.ly/aditif-legal-workshop
  3. 3. Download Surat Pernyataan yang harus diisi perwakilan Startup/Perusahaan Anda untuk acara ini di http://bit.ly/suratpernyataanbimtek. Isi surat pernyataan tersebut kemudian kirimkan kembali ke info@aditif.id

Karena seat yang tersedia hanya terbatas 50 seat, maka peserta kegiatan ini akan dipilih berdasar waktu submission Surat Pernyataan (bit.ly/suratpernyataanbimtek) . Karena itu segera kirimkan Surat Pernyataan anda ke info@aditif.id atau ke Front Office Jogja Digital Valley secepatnya. Pertanyaan lebih lanjut bisa mengirimkan email ke info@aditif.id atau menghubungi Aditif di +628 222 691 0202 ( Call Only)

Workshop & Bimbingan Teknis: Legal for StartUp ini GRATIS!

BIZTALK #3: B2B Customer Segment with RUNSystem

25c1b677-f436-4826-9c2c-f5084e705ce0

Mengusung topik B2B Customer Segment Survival Guide, kegiatan ini dipandu oleh Mas Sony Rachmadi selaku CEO dari RUN System sebagai narasumber. Berbekal pengalamannya di dunia bisnis digital,  Mas Sony yang kebetulan juga merupakan contoh sukses dari tenant binaan Telkom melalui ajang Indigo ini memberikan berbagai tips dan trik yang sangat berguna bagi para peserta.  Tips dan trik yang diberikan terkait panduan dalam melakukan tipe usaha business to business tersebut berdasarkan pengalaman yang telah dijalani oleh Mas Sony selama kurang lebih 12 tahun terjun di dunia bisnis. Berbagai tambahan pengetahuan terkait how to control cash flow dan how to handle your  customer menjadi topik yang ramai dipertanyakan oleh para peserta yang turut serta dalam kegiatan ini.

BIZTALK #3: B2B Customer Segment Survival Guide diadakan di JDV, 10 September 2017

BIZTALK #2: Growth Hacking

P_20160527_205514

Start-Up biasanya memiliki keterbatasan dalam memasarkan produknya kepada masyarakat. Oleh karena itu, butuh teknik dan sistem yang terancang dengan baik, agar produknya dapat banyak dikenal oleh masyarakat.

Pada BIZTALK #2 ini, dibahas mengenai bagaimana mendapatkan perhatian pelanggan dari dua sudut pandang. Sudut pandang yang pertama adalah dari Fajar (Sinteniki.com), dimana teknik terbaik untuk mendapatkan perhatian netizen adalah melalui Good SEO. Para pemilik bisnis start-up hendaknya membuat tagline dan brand yang mudah disearching oleh sistem Google. Di sisi lain, Anggit Tut Pinilih (CEO JAKPAT) menyampaikan bagaimana meraih banyak perhatian pelanggan melalui partnership. Semakin banyak kita berpartner, semakin banyak juga produk diken

BIZTALK #1 : Managing People for Tech Startup

adt1

adt2

adt3

adt4

Aditif untuk kali pertama menggelar Biztalk meetup, Selasa (22/3) malam di Java Poetry (Myoozik) Cafe, Jogja. Gelaran yang pertama ini mengangkat tema HR, Managing People for Tech Startup, tema yang banyak diminta oleh anggota Aditif.

Andri Wardhana, GM Operations di Sebangsa Bersama, dan Stanislaus Mahesworo, Co-Founder Sale Stock Indonesia, dihadirkan sebagai pembicara utama. Mereka berdua memang punya pengalaman dalam menghandle SDM di startup-nya masing-masing. Andri mengulas tentang proses manajemen HR di dalam tubuh organisasi startup. Stanis lebih banyak mengangkat soal teknik appraisal kinerja employee.

 

Berikut adalah Slides dari kedua pembicara

 

Meetup ini tidak hanya dihadiri oleh anggota Aditif, namun juga beberapa startup lain di Jogja. Bahkan ada dari akademisi dan pelajar.

Biztalk berikutnya akan diadakan dalam waktu dekat dengan topik menarik lainnya,

untuk ikut jangan lupa register jadi member ADITIF disini

Hasil Pertemuan Tim Formatur ADITIF dengan Gubernur D.I. Yogyakarta

IMG_20150812_111802_HDR

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa Tim Formatur ADITIF diundang oleh Pemerintah Provinsi D.I. Yogyakarta. Pertemuan ini diselenggarakan pada hari Rabu, 12 Agustus 2015 di Komplek Kepatihan. ADITIF bukan satu-satunya pihak yang diundang dalam pertemuan ini, Jogja Creative Association (JCA), ditributor aplikasi, dan perwakilan UGM juga turut hadir.

Dari pihak Pemerintah Provinsi D.I. Yogyakarta hadir beliau Bapak Gubernur dan beberapa Kepala Dinas. Acara yang berlangsung selama dua jam ini sekaligus menjadi ajang silaturahim antara pemerintah daerah dengan pelaku industri TI di Yogyakarta.

IMG_20150812_110433_HDR

Dalam pembukaannya, Bapak Gubernur menekankan bahwa Pemerintah Provinsi D.I. Yogyakarta sangat mendukung industri digital kreatif di Yogyakarta. Hal ini dibuktikan dengan diselenggarakannya Digital Goverment Services sebagai bagian Jogja Cyber Province. Melalui pertemuan ini, beliau sangat mengharapkan masukan dan saran dari pelaku industri untuk dapat menjadikan Jogja sebagai pusat industri digital.

Tim Formatur ADITIF hadir dalam pertemuan ini dengan membawa aspirasi yang kami kumpulkan dari seluruh anggota. Aspirasi yang masuk kami rangkum menjadi beberapa poin berikut ini:

  • Tersedianya Perijinan dan Birokrasi Satu Atap
  • Tersedianya Ruang Usaha yang Memenuhi Standar ICT
  • Tersedianya Infrastruktur Pendukung Lainnya yang Dapat Diandalkan
  • Menyelenggarakan Kegiatan Promosi untuk Produk IT
  • Akses & Dukungan ke Sumber Permodalan
  • Membangun Balai Pelatihan Tenaga Terampil TI

Pemerintah Provinsi D.I. Yogyakarta menyambut baik usulan-usulan tersebut. Salah satu respon yang dilontarkan oleh Bapak Gubernur adalah dengan memanfaatkan salah satu bangunan cagar budaya (BCB) sebagai pusat kegiatan inkubasi bisnis dan co-working space. Tindak lanjut dari respon tersebut akan dibicarakan dalam pertemuan berikutnya.

ADITIF sebagai asosiasi yang menaruh perhatian pada pembangunan ekosistem bisnis digital di Tanah Air sangat mendukung forum komunikasi seperti ini. Kami akan mengabarkan perkembangan selanjutnya.

Aspirasi Industri Kreatif Digital untuk Pemerintah Provinsi D.I. Yogyakarta

tugutempodulu_thumb3

Tim Formatur ADITIF mendapatkan kesempatan yang sangat berharga untuk bertemu dengan Pemerintah Provinsi D.I. Yogyakarta dalam waktu dekat ini. Sesuai dengan visi dan misi ADITIF untuk mengembangkan ekosistem industri kreatif digital di Indonesia, pemerintah (pusat maupun daerah) memegang peranan cukup penting untuk mewujudkan ekosistem industri yang sehat.

Oleh karena itu, ADITIF merasa perlu untuk menggali aspirasi, masukan, usulan, dan kritikan yang membangun dari para pelaku industri kreatif digital, terutama yang berada di Yogyakarta, untuk kemudian akan kami sampaikan kepada Gubernur D.I. Yogyakarta dan jajarannya.

Berikut ini formulir aspirasi yang bisa anda lengkapi.


[form aspirasi telah ditutup]


Hasil dari pertemuan tersebut akan kami update melalui blog ini.

Establishment of Asosiasi Digital Kreatif ADITIF

deklarasi-Aditif-05

On June 15th, 2015, ADITIF finally declared its establishment by the end of the Lunch gathering aimed at the Foundational Declaration of Digital Creative Association (ADITIF – Asosiasi Digital Kreatif). Responding to the invitation from ADITIF Formateur Team, 70 attendants from digital creative companies and start-ups, government institutions, academics, and press gave their full support to the establishment of this association.

deklarasi-Aditif-03

The host officially opened the event at 12.30, followed by the talk shows from the sponsors: Solusi247, MALIOME, and PT Gameloft Indonesia.

deklarasi-Aditif-06

The first Talk Show – moderated by Evan Purnama (Qiscus) – presented the representative of Solusi247: Arief Dolants. Arief has 7 years experience of working as developer and system analyst. Before his current position as Site Coordinator of Solusi247 Yogyakarta, Arief has spent 5 years working at Solusi247 Jakarta, where the headquarter is located. In the beginning of the Talk Show, Arief shared some information about Solusi247 and its business’ scope. Regarding the establishment of ADITIF, he firmly stated that Solusi247 would gladly be a part of ADITIF, to actively involved in ADITIF’s events and agenda.

deklarasi-Aditif-08

The second Talk Show was moderated by Pranowo Putro (Tonjoo). As a guest, Irwan Kartadipura (MALIOME Hackerspace) shared his experience of being a start-up. As stated at the Talk Show, ADITIF’s existence would offer a great help for the development of digital creative industry in Indonesia. Irwan spoke as the founder of MALIOME Hackerspace and also IndoCPA – the first affilliate network in Indonesia.

deklarasi-Aditif-02

The final Talk Show presented Andrei Lascu, the Studio Manager of PT Gameloft Indonesia. Moderated by Anggit Tut Pinilih, this session revealed the big picture of PT Gameloft Indonesia and the reason of why Yogyakarta was chosen to build the studios in – which was mainly induced by the favorable recruiting ground. For Gameloft, the establishment of ADITIF was a realization of its hope. The support from government, universities, and communities toward digital creative business has been growing. That is why, the association uniting all digital creative entities is sorely needed to smoothen the communication between digital creative companies or start-ups and authorities.

To cover up the Talk Shows, a guest from Fenox shared some words about the great potential of digital creative business and the position of Fenox in this area of business. His statement strengthened ADITIF’s will to play its role in the development of digital creative business.

deklarasi-Aditif-07

Heading to the main event, Saga Iqranegara led the audience to declare their commitment and involvement in Digital Creative Association (ADITIF – Asosiasi Digital Kreatif). By the end of the ceremonial, ADITIF was officially established, bringing together 34 digital creative companies and start-ups.

deklarasi-Aditif-09

Asosiasi Digital Kreatif (ADITIF – Digital Creative Association) is an association of digital-based creative industries in Indonesia. The vision of ADITIF is to increase the competitive advantage of digital creative industry in Indonesia, with its initial focus in Yogyakarta. This association was initiated by the start-ups in Yogyakarta, which also acted as the Formateur Team of ADITIF: Saga Iqranegara from Loops, Indra Haryadi from Dojo-Box, Sony Rachmadi Purnomo from Run System, Budi Raharjo Santoso from TripCribs, Istofani Api Diany from Fitinline, Kenniko Okta Putra from Tech Grids, and Rizal Sipayung from Warung Rakyat.

deklarasi-Aditif-04

deklarasi-Aditif-01

DEKLARASI ADITIF

Pada tanggal 15 Juni 2015, perwakilan berbagai perusahaan kreatif digital Yogyakarta, pemerintah, tenaga pendidik, penerbit, dan pers akan melaksanakan pertemuan di Dixie Easy Dining, untuk menyepakati Deklarasi Pembentukan Asosiasi Digital Kreatif (ADITIF). Agenda yang akan dilaksanakan adalah Talk Show oleh sponsor dan Deklarasi ADITIF.

Asosiasi Digital Kreatif (ADITIF – Digital Creative Association) adalah asosiasi yang mewadahi pelaku industri kreatif berbasis digital di Indonesia. Visi ADITIF adalah untuk meningkatkan daya saing industri kreatif digital Indonesia, dimulai dari lingkup Yogyakarta. Asosiasi ini adalah hasil inisiatif beberapa pelaku start-up di Yogyakarta, yaitu: Saga Iqranegara dari Loops, Indra Haryadi dari Dojo-Box, Sony Rachmadi Purnomo dari Run System, Budi Raharjo Santoso dari TripCribs, Istofani Api Diany dari Fitinline, Kenniko Okta Putra dari Tech Grids, dan Rizal Sipayung dari Warung Rakyat. Tujuh orang tersebut berperan sebagai Tim Formatur Pembentukan ADITIF.

Sebagai bentuk dukungan pada deklarasi ADITIF, PT Gameloft Indonesia (Yogyakarta), Solusi247 (Jakarta), dan MALIOME Hackerspace (Yogyakarta) memastikan keterlibatan dalam asosiasi ini dan dalam acara deklarasi yang akan dilangsungkan. Perusahaan-perusahaan tersebut telah berperanserta dalam pengembangan industri kreatif Indonesia melalui produk dan pelayanannya kepada masyarakat. Untuk mengukuhkan komitmennya terhadap deklarasi ini, perwakilan dari ketiga perusahaan tersebut akan menghadiri acara deklarasi dan tampil dalam Talk Show.

Gameloft® merupakan perusahaan pengembang game digital dan sosial yang telah membuktikan dirinya sebagai salah satu inovator terbaik di bidangnya semenjak tahun 2000. PT Gameloft Indonesia didirikan pada tahun 2010 dan hingga saat ini telah mempekerjakan kurang lebih 600 staf di Yogyakarta, kota yang dihuni oleh sekitar 500.000 jiwa. PT Gameloft Indonesia telah berhasil mencapai setiap target dalam menghasilkan berbagai game papan atas di tengah tuntutan pasar dunia yang semakin tinggi. Pencapaian tersebut merupakan bukti dari keahlian talenta-talenta yang dimiliki Gameloft di kota ini. PT Gameloft Indonesia menetapkan standar tinggi dalam perekrutan sumber daya manusia yang unggul, bakat-bakat yang dinamis dan adaptif terhadap industri yang bergerak sangat cepat. Dan Yogyakarta menyediakan sumber daya yang melimpah dengan kurang lebih 83 kampus, dimana 25% di antaranya merupakan Jurusan Teknik Informatika. Sebagai bagian dari komponen yang tidak terpisahkan dari Yogyakarta, PT Gameloft Indonesia sebagai perusahaan IT terbesar di Yogyakarta mengembangkan perannya sebagai pusat Teknologi Informasi dalam rangka dukungan terhadap rencana Sri Sultan HB X untuk mengembangkan Yogyakarta sebagai hub dari industri ICT di Indonesia. Informasi lebih detail mengenai Gameloft® dapat diperoleh dari www.gameloft.com.

PT Dua Empat Tujuh (SOLUSI247) merupakan perusahaan ICT (Information Communication Technology) di Indonesia yang berfokus pada pemrosesan Big Data dan komponen elektronik teknologi tinggi. Hadir sejak tahun 2000, PT Dua Empat Tujuh telah berpengalaman menangani data yang sangat besar di industri telekomunikasi. PT Dua Empat Tujuh memiliki 3 area bisnis yaitu Information Technology (IT) Solution, High-Tech Solution, dan Hybrid Solution. Pada area Big Data, PT Dua Empat Tujuh memiliki produk pengolahan data yaitu H-Grid247 untuk batch processing, S-Grid247 untuk real time processing, dan H-Spark247 untuk in-memory processing. Pada area High Tech, PT Dua Empat Tujuh berhasil membuat radar pertama buatan Indonesia dengan komponen lokal yang besar. Saat ini radar yang dihasilkan telah diimplementasikan di beberapa kapal perang Republik Indonesia. Pada area Hybrid, PT Dua Empat Tujuh mengembangkan sistem pengawasan perairan yang berguna bagi keselamatan dan navigasi di perairan. PT Dua Empat Tujuh memiliki kantor pusat di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan dan kantor cabang di Yogyakarta, Surabaya, dan Eindhoven, Belanda. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.solusi247.com.

MALIOME Digital Indonesia adalah perusahaan internet marketing dan induk dari beberapa start-up digital, berkedudukan di Indonesia dan Singapura. Diantaranya mengoperasikan MALIOME Hackerspace, tempat dimana start-up lain berkantor, seperti NGONOO.com, Listeno, IDWinPhone, Mobiggr, Pilamo, Addotta, dan Ehloo.com. MALIOME mendukung perkembangan start-up dan bisnis kreatif di Yogyakarta dengan menyediakan tempat beraktivitas beserta fasilitasnya, mengadakan event start-up dan memberikan seed funding bagi start-up baru sebagai dana hibah.

ADITIF, Untuk Indonesia, Mulai dari Jogja

Latar Belakang
Permasalahan adalah menu wajib sehari-hari bagi sebuah bisnis, apapun bisnisnya. Bisnis yang sehat selalu punya solusi atas semua masalah yang mereka hadapi.

Tapi ada beberapa permasalahan yang tidak bisa diselesaikan sendiri. Masalah ini umumnya dialami oleh bisnis sejenis lainnya. Permasalahan ini adalah permasalahan bersama, dan hanya bisa diselesaikan bersama-sama.

Bicara tentang Aditif adalah bicara tentang ekosistem industri kreatif digital. Bahwa dalam industri ini tidak hanya dihuni oleh pelaku bisnisnya saja adalah hal yang tidak terbantahkan.

Banyak komponen lain, selain dari pelaku bisnis itu sendiri, yang ikut berkontribusi terhadap industri ini. Namun sayangnya hingga saat ini belum bisa berjalan secara harmonis. Usaha yang dilakukan bersifat sporadis, sendiri-sendiri, tidak terkoordinasi.

Untuk Indonesia, Mulai dari Jogja
Jogja adalah kota yang spesial. Hasil dari riset Jogja Digital Valley 2014 mengungkap fakta bahwa kota ini menjadi pilihan untuk bisnis digital kreatif karena karakter kota dan fasilitas pendukungnya.

Jogja juga memiliki komponen pendukung ekosistem industri digital kreatif yang cukup lengkap, dan belum terkoordinasi dengan baik. Karenanya ini menjadi alasan yang kuat bagi Aditif untuk mulai dari Jogja.

Jika di masa depan kami bisa mewujudkan cita-cita kami untuk membangun ekosistem industri yang baik, maka bukan tidak mungkin untuk diterapkan di kota lain. Dan pada akhirnya, Indonesia sebagai negara.

Prinsip Dasar
Aditif lahir dari kebutuhan pelaku bisnis digital kreatif di Indonesia. Dan tidak ada intervensi atau kepentingan pribadi dari pihak internal maupun ekternal.

Aditif menjunjung tinggi prinsip keterbukaan dan netralitas. Aditif juga aktif dan accountable. Nilai-nilai dasar ini yang akan selalu dipegang.

Langkah Selanjutnya
Deklarasi berdirinya Aditif pada hari Senin, 15 Juni 2015 ini hanyalah sebuah langkah kecil dari sebuah perjalanan panjang. Banyak hal yang harus kami lakukan untuk mencapai tujuan.

Paling tidak, dari deklarasi ini, seluruh pelaku bisnis digital kreatif sepakat dan bersatu untuk mewujudkan misi ini.

Konggres Aditif pertama akan diselenggarakan selambatnya 3 bulan setelah deklarasi. Dan dari konggres itu akan lahir dasar-dasar asosiasi dan program kerja ke depan.