ADITIF Bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Istimewa Yogyakarta Melakukan Kajian Industri Digital Kreatif di Yogyakarta

Industri digital kreatif di Yogyakarta menunjukkan perkembangan yang cukup progresif. Yogyakarta sejak beberapa tahun belakangan ini mulai dilirik menjadi tempat untuk menjalan bisnis kreatif berbasis digital. ADITIF sebagai wadah pelaku industri digital kreatif terus melakukan upaya untuk membangun dan mengembangkan ekosistem industri digital kreatif di Indonesia.

Kali ini, ADITIF bersama Diskominfo DIY mengajak Anda sebagai pelaku industri kreatif digital di Yogyakarta untuk berpartisipasi dalam Kajian Industri Kreatif Digital Yogyakarta 2017.Survei ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi industri kreatif digital di Yogyakarta, permasalahan-permasalahan utama yang dihadapi pelaku industri kreatif digital, dan  menghasilkan usulan dan rekomendasi untuk Pemerintah DIY dalam menyusun kebijakan di masa depan.

Hasil dari survei dan kajian ini, selain akan dirangkum dan diusulkan kepada Pemerintah DIY, juga akan dibagikan kepada teman-teman pelaku industri digital kreatif yang berpartisipasi mengisi survei ini, silakan klik http://aditif.id/survey/

Mari Bersuara, Mari Berpendapat, untuk industri digital kreatif Yogyakarta yang lebih baik!

Untuk informasi lebih lanjut mengenai survei ini bisa menghubungi:

info@aditif.id atau +62-8777-5030-515 (Anggit)

BIZTALK #6: Digital Start-Up Business Outlook 2016

P_20161213_193433

Berbicara mengenai bisnis digital 2017 adalah hal yang sangat menarik. Banyak resolusi yang perlu dipersiapkan di tahun mendatang untuk lebih kompetitif. Pada Selasa (13/12) lalu, Larry Chua (Co-founder Caption Hospitality) dan Riyeke Ustadiyanto (Founder iPaymu), dalam BIZTALK 6 di Jogja Digital Valley, berbagi mengenai pandangan mereka untuk bisnis digital di tahun 2017.

Bertolak dari tahun 2016 lalu, banyak hal menarik yang terjadi di dunia digital start-up. Misalnya saja Lazada yang diakuisisi oleh Alibaba, dimana sebelumnya Lazada mengakuisisi Redmart. Dengan demikian Alibaba menjadi raksasa marketplace di dunia. Selain itu ada juga beberapa start-up dunia yang telah menutup layanan seperti: Ensogo / iBuy Group, Rakuten, dan FoodPanda Indonesia. Ada juga beberapa start-up yang telah menjadi hype seperti  Airy Rooms dan Nida Rooms untuk Manajemen Hotel, GoPay dan AliPay untuk Fintech, YesBoss sebagai Magic Clone Apps, dan PokemonGo sebagai game paling viral di tahun 2016.

Lalu bagaimana di tahun 2017 ini? Menurut Larry, start-up yang akan bersinar adalah start-up yang menolong bisnis tradisional. Selain itu bisnis O2O dan fintech juga akan marak di tahun depan.  Mengenai ekonomi sendiri, memang di tahun 2017 akan banyak bergejolak, khususnya ekonomi dunia. Pergantian Trump menjadi presiden AS, masih menjadi pertanyaan mengenai kebijakan ekonomi kedepannya, yang juga akan berpengaruh pada investasi.

Bagaimana dengan Teknologi?

Riyeke Ustadiyanto, memiliki beberapa pandangan mengenai teknologi yang akan menjadi jawara di tahun 2017. Salah satunya adalah artificial intelligence. Tahun depan, pola masyarakat dalam berbelanja dan menggunakan layanan akan banyak berubah. Pada umumnya, masyarakat sudah “malas” untuk mendownload atau membuka website, dan mereka lebih memilih untuk langsung chatting to busines /seller. Hal ini sudah banyak yang merintis, diantaranya Salestock Indonesia dan Kata.ai – Yesboss.

Selain itu, tren teknologi yang akan muncul adalah agregator. Sekarang sudah sangat sulit untuk membuat sesuatu yang dirintis dari awal, namun berbasis end to end ke pelanggan. Kecuali kita sangat yakin untuk memenangkan persaingan bisnis, yang mana probabilitas kegagalannya hingga 90%. Oleh karena itu bisnis dengan teknologi agregator akan sangat banyak dilirik oleh para pelaku bisnis.

Investasi untuk Start-Up

Investasi dari modal ventura memang sangat dinantikan oleh para pelaku start-up. Ada dua pandangan yang berbeda mengenai investasi di tahun 2017 ini. Menurut Larry, akan ada pergeseran arah investasi, dimana para investor dunia akan mulai melirik Asia Tenggara. Dengan demikian, akan banyak peluang untuk mendapatkan investasi baru. Di sisi lain, menurut Riyeke, di tahun 2017 ini jangan terlalu berharap untuk mendapatkan investasi yang menjanjikan. Persaingan modal ventura yang ketat, membuat mereka berlomba untuk mencari start-up, sehingga tidak terlalu fokus pada pertumbuhan bisnis start-up tersebut. “Untuk pendanaan 300 juta – 500 juta, mungkin bisa lah ya untuk didapatkan,” ujar Riyeke.

Kesimpulan mengenai acara BIZTALK ini adalah janganlah kita, para pelaku start-up, menangkap tren untuk berbisnis karena setiap tahunnya tren tersebut berubah. Namun kita harus dapat berselancar diatas tren yang ada, sehingga tetap survive dalam berbisnis.

BIMTEK KEMAHIRAN BERKONTRAK BAGI PARA PELAKU EKONOMI KREATIF BIDANG APPLIKASI DAN GAMES

PENDAFTARAN ACARA INI TELAH DITUTUP

BIMTEK KEMAHIRAN BERKONTRAK BAGI PARA PELAKU EKONOMI KREATIF BIDANG APPLIKASI DAN GAMES (sebelumnya: Workshop dan Bimbingan Teknis Legal for Start-Up) merupakan acara pelatihan dan seminar mengenai pengurusan legal, khususnya untuk usaha di bidang digital kreatif. Acara ini merupakan kerjasama oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) dan Asosiasi Digital Kreatif Indonesia (ADITIF). Acara ini diperuntukan HANYA UNTUK MEMBER ADITIF. Jika Anda belum menjadi member ADITIF, Anda harus mendaftar di sini http://aditif.id/register/

Acara ini akan diselenggarakan, pada Senin-Selasa, 17-18 Oktober 2016 di The Alana Hotel & Convention Center, Yogyakarta. Kegiatan ini membutuhkan waktu dua hari penuh (full day) selama pelatihan, sehingga mengharuskan para peserta untuk menginap. Akomodasi penginapan adalah tanggung jawab panitia. Peruntukan acara ini adalah satu orang untuk satu start-up. Data yang diisikan data Startup dan Data Perwakilan Startup yang ditunjuk untuk menghadiri acara ini.

Cara Pendaftaran

  1. 1. Pastikan Anda sudah terdaftar sebagai member Aditif , jika belum bisa mendaftar menjadi anggota Aditif di aditif.id/register
  2. 2. Isi Formulir Pendaftaran melalui http://bit.ly/aditif-legal-workshop
  3. 3. Download Surat Pernyataan yang harus diisi perwakilan Startup/Perusahaan Anda untuk acara ini di http://bit.ly/suratpernyataanbimtek. Isi surat pernyataan tersebut kemudian kirimkan kembali ke info@aditif.id

Karena seat yang tersedia hanya terbatas 50 seat, maka peserta kegiatan ini akan dipilih berdasar waktu submission Surat Pernyataan (bit.ly/suratpernyataanbimtek) . Karena itu segera kirimkan Surat Pernyataan anda ke info@aditif.id atau ke Front Office Jogja Digital Valley secepatnya. Pertanyaan lebih lanjut bisa mengirimkan email ke info@aditif.id atau menghubungi Aditif di +628 222 691 0202 ( Call Only)

Workshop & Bimbingan Teknis: Legal for StartUp ini GRATIS!

BIZTALK #1 : Managing People for Tech Startup

adt1

adt2

adt3

adt4

Aditif untuk kali pertama menggelar Biztalk meetup, Selasa (22/3) malam di Java Poetry (Myoozik) Cafe, Jogja. Gelaran yang pertama ini mengangkat tema HR, Managing People for Tech Startup, tema yang banyak diminta oleh anggota Aditif.

Andri Wardhana, GM Operations di Sebangsa Bersama, dan Stanislaus Mahesworo, Co-Founder Sale Stock Indonesia, dihadirkan sebagai pembicara utama. Mereka berdua memang punya pengalaman dalam menghandle SDM di startup-nya masing-masing. Andri mengulas tentang proses manajemen HR di dalam tubuh organisasi startup. Stanis lebih banyak mengangkat soal teknik appraisal kinerja employee.

 

Berikut adalah Slides dari kedua pembicara

 

Meetup ini tidak hanya dihadiri oleh anggota Aditif, namun juga beberapa startup lain di Jogja. Bahkan ada dari akademisi dan pelajar.

Biztalk berikutnya akan diadakan dalam waktu dekat dengan topik menarik lainnya,

untuk ikut jangan lupa register jadi member ADITIF disini

Video Recap of ADITIF Launching

ADITIF, Untuk Indonesia, Mulai dari Jogja

Latar Belakang
Permasalahan adalah menu wajib sehari-hari bagi sebuah bisnis, apapun bisnisnya. Bisnis yang sehat selalu punya solusi atas semua masalah yang mereka hadapi.

Tapi ada beberapa permasalahan yang tidak bisa diselesaikan sendiri. Masalah ini umumnya dialami oleh bisnis sejenis lainnya. Permasalahan ini adalah permasalahan bersama, dan hanya bisa diselesaikan bersama-sama.

Bicara tentang Aditif adalah bicara tentang ekosistem industri kreatif digital. Bahwa dalam industri ini tidak hanya dihuni oleh pelaku bisnisnya saja adalah hal yang tidak terbantahkan.

Banyak komponen lain, selain dari pelaku bisnis itu sendiri, yang ikut berkontribusi terhadap industri ini. Namun sayangnya hingga saat ini belum bisa berjalan secara harmonis. Usaha yang dilakukan bersifat sporadis, sendiri-sendiri, tidak terkoordinasi.

Untuk Indonesia, Mulai dari Jogja
Jogja adalah kota yang spesial. Hasil dari riset Jogja Digital Valley 2014 mengungkap fakta bahwa kota ini menjadi pilihan untuk bisnis digital kreatif karena karakter kota dan fasilitas pendukungnya.

Jogja juga memiliki komponen pendukung ekosistem industri digital kreatif yang cukup lengkap, dan belum terkoordinasi dengan baik. Karenanya ini menjadi alasan yang kuat bagi Aditif untuk mulai dari Jogja.

Jika di masa depan kami bisa mewujudkan cita-cita kami untuk membangun ekosistem industri yang baik, maka bukan tidak mungkin untuk diterapkan di kota lain. Dan pada akhirnya, Indonesia sebagai negara.

Prinsip Dasar
Aditif lahir dari kebutuhan pelaku bisnis digital kreatif di Indonesia. Dan tidak ada intervensi atau kepentingan pribadi dari pihak internal maupun ekternal.

Aditif menjunjung tinggi prinsip keterbukaan dan netralitas. Aditif juga aktif dan accountable. Nilai-nilai dasar ini yang akan selalu dipegang.

Langkah Selanjutnya
Deklarasi berdirinya Aditif pada hari Senin, 15 Juni 2015 ini hanyalah sebuah langkah kecil dari sebuah perjalanan panjang. Banyak hal yang harus kami lakukan untuk mencapai tujuan.

Paling tidak, dari deklarasi ini, seluruh pelaku bisnis digital kreatif sepakat dan bersatu untuk mewujudkan misi ini.

Konggres Aditif pertama akan diselenggarakan selambatnya 3 bulan setelah deklarasi. Dan dari konggres itu akan lahir dasar-dasar asosiasi dan program kerja ke depan.