Aditif Forum: Yogyakarta dan Potensinya di Era Digital

Pada hari Kamis (27/9) di ruang meeting Sahid Jwalk, Asosiasi Digital Kreatif (Aditif) bekerjasama dengan Badan Kerjasama Penanaman Modal (BKPM) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kementrian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI) mengadakan acara bertajuk Aditif Forum. Forum ini bertujuan menjadi wadah diskusi antar pelaku industri kreatif di Yogyakarta, terutama yang tergabung dalam Aditif tentang berbagai isu yang menjadi perhatian pelaku indusri kreatif di Yogyakarta. Topik yang diangkat pada Aditif Forum kali ini adalah mengukur potensi produk dan layanan dari perusahaan yang bergerak di bidak teknologi informasi, menggali masukan dari pelauk industri digital, menyusun konsep pengembangan kawasan industri digital terpadu di Yogyakarta.

Kegiatan malam itu dibuka dengan penawaran dari pihak Sahid Jwalk mengenai Sahid Jwalk menjadi sebuah pusat perkantoran untuk perusahaan-perusahaan yang berbasis teknologi informasi di Yogyakarta dengan segala kelebihannya. Kemudian disusul dengan pemaparan topik diskusi oleh pihak Aditif bahwa Yogyakarta memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi Silicon Valley-nya Indonesia. Potensi itu ada dimulai dengan adanya pembangunan New Yogyakarta Internasional Airport, Yogyakarta sebagai pusat talent dari orang-orang yang akan bekerja di dunia digital karena memiliki banyak universitas, dan juga infrastruktur lain yang cukup mendukung Yogyakarta untuk berkembang ke arah tersebut. secara singkat yaitu bagaimana ekosistem startup di Yogyakarta mampu memanfaat sumber daya manusia, budaya, dan infrastruktur yang ada untuk membangun Yogyakarta menjadi pusat Industri digital di Indonesia.

Arif Hidayat, kepala dari Badan Kerjadama dan Penanaman Modal provinsi D.I. Yogyakarta juga turut mengamini mimpi dari pelaku industri digital kreatif  di Yogyakarta. Arif Hidayat menerangkan bahwa ” Memiliki mimpi yang sama itu penting, tetapi lebih penting memiliki cara untuk mewujudkan mimpi tersebut”. didalam pemaparannya Arif Hidayat bertutur bahwa pelaku industri digital di Yogyakarta harus mampu mencari target yang potensial dan mampu masuk ke dalam supply chain  tersebut terutama yang berpotensi menjadi produk internasional. Selain itu dipaparkan pula cara untuk mencapainya, antara lain, pelaku industri digital harus mampu mendefinisikan area tempat mereka memiliki kelebihan, pembeda dari daerah lain, dan bagaimana meningkatkan investasi dan kolaborasi untuk menghasilkan sumber daya yang mampu menghasilkan.

Risma Fattahatin yang hadir pada malam itu sebagai perwakilan dari Kemenperin RI memaparkan program dari Kemenperin RI untuk mendorong berkembangnya potensi Industri Digital di Indonesia. Pemerintah memiliki program Making Indonesia 4.0, dimana pemerintah menyatakan bahwa Indonesia harus sudah siap menghadapi revolusi industri ke empat yang berbasis digital ini. Risma Fattahatin juga mempromosikan kompetisi startup bagi pelaku industri digital di Indonesia.

Pada Forum malam itu juga banyak diskusi mengenai talent yang ada di Yogyakarta, mengenai peraturan perundang-undangan yang belum mendukung industri digital lokal dan juga bagaimana menghadapi potensi perusahaan luar yang jauh lebih besar dibanding perusahaan teknologi lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *